Penyelam Ini Terkorbaan Ketika Pencarian Lion Air. Sebab Kemaatian Dia Didedahkan

0
41

Operasi kesan pesawat Lion Air masuk hari keenam

Operasi pencarian bangkai dan sebahagian lagi kotak hitam pesawat Lion Air yang terhempas Isnin lepas memasuki hari keenam hari ini dengan Presiden Indonesia Joko Widodo turut meninjau pusat utama operasi itu di Tanjung Priok, dekat sini, hari ini.

Ketua Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Indonesia (Basarnas), Muhamad Syaugi berkata, fokus operasi hari ini itu adalah bertumpu di koordinat yang ditemui alat “perakam data penerbangan (FDR)” semalam.

Pada jam 10.05 pagi semalam, pihak berkuasa Indonesia menemui FDR di kedalaman 30 meter, iaitu 500 meter dari koordinat pesawat itu dilaporkan terhempas di perairan Tanjung Karawang.

Kotak hitam pesawat itu mengandungi FDR (yang merekodkan percakapan di dalam pesawat) dan “Perakam Suara Kokpit (CVR) yang merekodkan percakapan juruterbang dan pembantu juruterbang di kokpit.

Setakat pukul 5 petang ini, CVR itu masih belum ditemui, katanya dalam satu kenyataan di sini.

Memetik laporan agensi berita Indonesia Antara, Joko Widodo atau lebih dikenali sebagai Jokowi yang meninjau pusat operasi pencarian itu pada 4 petang ini itu telah diberikan taklimat terkini daripada semua agensi berkaitan yang terbabit dalam operasi berkenaan.

Kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 yang ditemui semalam. – Foto AFPKotak hitam pesawat Lion Air JT 610 yang ditemui semalam. – Foto AFP

“Seramai 859 petugas pasukan mencari terdiri daripada Basarnas, polis, tentera dan agensi berkaitan telah bertungkus lumus siang dan malam dalam operasi pencarian itu, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semuanya,” kata Jokowi.

Muhamad Syaugi berkata setakat hari ini, sebanyak 65 kantung jenazah atau bungkusan yang mengandungi cebisan dan anggota badan yang tidak sempurna itu telah dihantar ke Rumah Sakit Polis Indonesia (Polri) untuk proses identifikasi.

Penerbangan JT610 itu membawa 181 penumpang dan lapan anak kapal itu terhempas selepas berlepas dari Lapangan Terbang Soekarno-Hatta pada 6.20 pagi Isnin di koordinat S 5 49.052 E 10706.628. – Bernama – KOSMO ONLINE

BAGAIMANA AHLI PASUKAN PENYELAM LION AIR BOLEH MAUT DI DALAM LAUT. INI YANG BERLAKU

Kematian penyelam anggota tim Basarnas saat bertugas mencari korban Lion Air di laut Pantai Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, menambah duka republik Indonesia.

Penyelam tersebut diketahui bernama Syachrul Anto, merupakan anggota Indonesia Rescue Diver Team.

Syachrul Anto m3ninggal dunia ketika sedang mencari [email protected] Lion Air PK-LQP, Jumat, 2 November kemarin. J3nazah sudah dikebumikan di Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Pasukan Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo mengatakan, maangsa dievakuasi dari laut menggunakan kapal Victory milik Pertamina. Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB menuju dermaga JICT 1.

“Habis itu langsung dibawa ke RSUD Koja, tapi dinyatakan meninggal pukul berapa tepatnya, kita nggak ada data. Terus dibawa ke rumah duka di Surabaya,” kata Bayu kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Bayu tak tahu persis kronologi rekannya itu bisa tewas usai menyelam mencari korban Lion Air. Menurut dia, semua sedang diselidiki oleh Basarnas.

“Kita (Indonesia Rescue Diver Team) di bawah koordinasi Basarnas, jadi yang ngurus semuanya ini Basarnas mulai dari dibawa ke RS Koja sampai ke kampung halamannya, dimakamin juga pakai cara Basarnas,” tutur Bayu.

DIKATAKAN M3NINGGAL SEBAB TEKANAN UDARA DI DALAM LAUT ( DEKOMPRESI )

Sementara itu, Dansatgas SAR Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan, penyebab meninggalnya penyelam tersebut diduga karena dekompresi.

Sepatutnya naik perlahan lahan ..

“Diduga dekompresi, karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung,” kata Isswarto saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/11).

Isswarto mengatakan, harusnya penyelaman berakhir pada pukul 16.00 WIB, karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB. “Korban dari sipil, penyelam Basarnas,” kata Isswarto.

SUMBER : Liputan6

Loading...